Jumat, 23 November 2012

Tuhan Memulihkan.

Yeremia 31 : 7 – 14

(7) Sebab beginilah firman TUHAN: Bersorak-sorailah bagi Yakub dengan sukacita, bersukarialah tentang pemimpin bangsa-bangsa! Kabarkanlah, pujilah dan katakanlah: TUHAN telah menyelamatkan umat-Nya, yakni sisa-sisa Israel!(8) Sesungguhnya, Aku akan membawa mereka dari tanah utara dan akan mengumpulkan mereka dari ujung bumi; di antara mereka ada orang buta dan lumpuh, ada perempuan yang mengandung bersama-sama dengan perhimpunan yang melahirkan; dalam kumpulan besar mereka akan kembali ke mari!(9) Dengan menangis mereka akan datang, dengan hiburan Aku akan membawa mereka; Aku akan memimpin mereka ke sungai-sungai, di jalan yang rata, di mana mereka tidak akan tersandung; sebab Aku telah menjadi bapa Israel, Efraim adalah anak sulung-Ku.(10) Dengarlah firman TUHAN, hai bangsa-bangsa, beritahukanlah itu di tanah-tanah pesisir yang jauh, katakanlah: Dia yang telah menyerakkan Israel akan mengumpulkannya kembali, dan menjaganya seperti gembala terhadap kawanan dombanya!(11) Sebab TUHAN telah membebaskan Yakub, telah menebusnya dari tangan orang yang lebih kuat dari padanya.(12) Mereka akan datang bersorak-sorak di atas bukit Sion, muka mereka akan berseri-seri karena kebajikan TUHAN, karena gandum, anggur dan minyak, karena anak-anak kambing domba dan lembu sapi; hidup mereka akan seperti taman yang diairi baik-baik, mereka tidak akan kembali lagi merana.(13) Pada waktu itu anak-anak dara akan bersukaria menari beramai-ramai, orang-orang muda dan orang-orang tua akan bergembira. Aku akan mengubah perkabungan mereka menjadi kegirangan, akan menghibur mereka dan menyukakan mereka sesudah kedukaan mereka.(14) Aku akan memuaskan jiwa para imam dengan kelimpahan, dan umat-Ku akan menjadi kenyang dengan kebajikan-Ku, demikianlah firman TUHAN.

Santapan rohani hari ini :

Pernahkan saudara mendengarkan kata pemulihan ? Pemulihan dimulai dengan sebuah kesadaran bahwa kita mungkin telah mengalami trauma- trauma, penolakan dan kenangan- kenangan buruk. Reaksinya bisa dalam berbagai bentuk seperti : kecurigaan, depresi, dukacita, atau kesedihan yang berlarut-larut, pikiran yang menyimpan dan terkadang menyembunyikan bayangan- bayangan dari masa anak –anak sebagai masa lalu kehidupan seseorang. Hal – hal ini  perlu kita bawa kepada Allah.

Dalam pandangan manusia, kita dapat menyembunyikan itu semua supaya dilihat orang kita adalah sosok pribadi yang baik- baik saja. Namun dalam pandangan Allah tidak demikian adanya, sebab Dia adalah Allah yang maha tahu segalanya, bahkan hal- hal yang tersembunyi sekalipun. Seringkali Tuhan menjadikan hati nurani kita sebagai alarm, dan jika kita mau membuka hati kepada Allah, itu pertanda pintu pemulihan dibuka. Pemulihan yang dialami manusia terjadi karena inisiatif Allah bagi manusia yang bersedia dipulihkan.

Dalam bacaan Alkitab di atas, umat Israel mengungkapkan suatu harapan untuk mengalami pembaharuan dan mengalami sukacita setelah berada dalam masa pembuangan yang demikian lama. Mereka akan kembali ke negeri asalnya. Mereka pun mengalami pemulihan hubungan dengan Tuhan.

Sungguh Allah Israel adalah Allah yang setia, yang tidak membiarkan umat-Nya terus menerus hidup dalam masa berkabung. Israel belajar, kalau dulu hanya mengikuti kehendak mereka sendiri, sekarang harus bersedia taat dan dipimpin oleh Allah sendiri.

Selaku umat-Nya, sudahkan kita mengalami pemulihan dari Tuhan ? Responi pemulihan-Nya dengan janji ketaatan dan bersedia hidup dalam pimpinan-Nya selalu. Kiranya ini menjadi resolusi iman untuk hidup dalam rahmat-Nya.