Rabu, 07 November 2012

Selalu Indah Bersama Tuhan

Pengkotbah 1: 1 - 9
(1) Inilah perkataan Pengkhotbah, anak Daud, raja di Yerusalem.(2) Kesia-siaan belaka, kata Pengkhotbah, kesia-siaan belaka, segala sesuatu adalah sia-sia.(3) Apakah gunanya manusia berusaha dengan jerih payah di bawah matahari?(4) Keturunan yang satu pergi dan keturunan yang lain datang, tetapi bumi tetap ada.(5) Matahari terbit, matahari terbenam, lalu terburu-buru menuju tempat ia terbit kembali.(6) Angin bertiup ke selatan, lalu berputar ke utara, terus-menerus ia berputar, dan dalam putarannya angin itu kembali.(7) Semua sungai mengalir ke laut, tetapi laut tidak juga menjadi penuh; ke mana sungai mengalir, ke situ sungai mengalir selalu.(8) Segala sesuatu menjemukan, sehingga tak terkatakan oleh manusia; mata tidak kenyang melihat, telinga tidak puas mendengar.(9) Apa yang pernah ada akan ada lagi, dan apa yang pernah dibuat akan dibuat lagi; tak ada sesuatu yang baru di bawah matahari.

Santapan rohani hari ini :
Salah seorang tetangga saya yang sudah berusia 88 tahun pernah mengatakan bahwa, hidup hanya begitu- begitu saja. Puluhan tahun menjalani rutinitas sehari- hari dan secara berulang- ulang. Makan, tidur, bekerja, memasak  dari waktu ke waktu. Tidak ada sesuatu yang baru cenderung membuat kita tidak  bersemangat. Seringkali perasaan yang muncul kemudian adalah perasaan ingin cepat mati.
Namun ada cara lain untuk memandang  kehidupan ini. Kita dapat melaksanakan tugas kita sehari- hari bisa saja hanya kewajiban, atau justru melihat tugas itu sebagai suatu kesempatan yang indah untuk mengenal dan menikmati kebaikan serta keindahan hidup bersama Kristus.
Lakukanlah segala sesuatu seperti untuk Tuhan, bukan seperti untuk manusia ( Kolose 3 : 23 ). Ketika kita melakukan aktivitas berulang- ulang, maka iman kita akan dibentuk, dikuatkan,harapan kita ditambahkan . Melalui kejadian- kejadian biasa, Allah mengatakan kepada kita  ada tujuan damai sejahtera Allah kepada kita . Rentetan tugas yang nampaknya tidak berarti, dibuatnya menjadi bernilai pada kekekalan.
Berserahlah pada bimbinganNya. Setiap pekerjaan yang berulang-ulang kita lakukan, percayakanlah pada Allah tiap detik, jam, hari, minggu, bulan dan tahun secara terus- menerus.
 Dan lihatlah ! Proses yang Tuhan lakukan akan mempertajam karakter kita sesuai dengan yang Dia kehendaki. Haleluya.