Senin, 19 November 2012

Memiliki Iman Seperti Seorang Anak Kecil

Matius 18: 1 – 14 



(1) Pada waktu itu datanglah murid-murid itu kepada Yesus dan bertanya: "Siapakah yang terbesar dalam Kerajaan Sorga?"(2) Maka Yesus memanggil seorang anak kecil dan menempatkannya di tengah-tengah mereka(3) lalu berkata: "Aku berkata kepadamu, sesungguhnya jika kamu tidak bertobat dan menjadi seperti anak kecil ini, kamu tidak akan masuk ke dalam Kerajaan Sorga.(4) Sedangkan barangsiapa merendahkan diri dan menjadi seperti anak kecil ini, dialah yang terbesar dalam Kerajaan Sorga.(5) Dan barangsiapa menyambut seorang anak seperti ini dalam nama-Ku, ia menyambut Aku."(6) Tetapi barangsiapa menyesatkan salah satu dari anak-anak kecil ini yang percaya kepada-Ku, lebih baik baginya jika sebuah batu kilangan diikatkan pada lehernya lalu ia ditenggelamkan ke dalam laut.(7) Celakalah dunia dengan segala penyesatannya: memang penyesatan harus ada, tetapi celakalah orang yang mengadakannya.(8) Jika tanganmu atau kakimu menyesatkan engkau, penggallah dan buanglah itu, karena lebih baik bagimu masuk ke dalam hidup dengan tangan kudung atau timpang dari pada dengan utuh kedua tangan dan kedua kakimu dicampakkan ke dalam api kekal.(9) Dan jika matamu menyesatkan engkau, cungkillah dan buanglah itu, karena lebih baik bagimu masuk ke dalam hidup dengan bermata satu dari pada dicampakkan ke dalam api neraka dengan bermata dua.(10) Ingatlah, jangan menganggap rendah seorang dari anak-anak kecil ini. Karena Aku berkata kepadamu: Ada malaikat mereka di sorga yang selalu memandang wajah Bapa-Ku yang di sorga.(11) (Karena Anak Manusia datang untuk menyelamatkan yang hilang.)"(12) Bagaimana pendapatmu? Jika seorang mempunyai seratus ekor domba, dan seekor di antaranya sesat, tidakkah ia akan meninggalkan yang sembilan puluh sembilan ekor di pegunungan dan pergi mencari yang sesat itu?(13) Dan Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya jika ia berhasil menemukannya, lebih besar kegembiraannya atas yang seekor itu dari pada atas yang kesembilan puluh sembilan ekor yang tidak sesat.(14) Demikian juga Bapamu yang di sorga tidak menghendaki supaya seorangpun dari anak-anak ini hilang."

Santapan rohani hari ini :

Sikap apa yang seharusnya dimiliki oleh seorang anggota Kerajaan Sorga?  Rendah hati dan menjaga diri agar hidup sesuai dengan sifat Kerajaan Sorga. Mengapa Yesus memakai contoh anak kecil untuk mengajarkan kerendahan hati seorang murid? Kerpolosan seorang anak , sikap terbuka untuk diajar, dibentuk dan diatur. Sikap seperti inilah yang sesuai dengan sifat Kerajaan Sorga.

Kerajaan Sorga bukan terdiri dari orang- orang sombong , yang merasa diri pantas bahkan berjasa untuk mendapatkan kewarganegaraan sorga.
Namun terlalu polos juga bahaya, mudah ditipu. Yesus mengingatkan bahaya penyesatan pada anak- anak. Ketika seorang masuk dalam Kerajaan Sorga, maka iblis dengan segala siasatnya berusaha merebut kembali. Iblis dan para pengikutnya di dunia ini tidak senang jika kita menjadi milik Allah. 

Namun Tuhan selalu menjaga milik-Nya dan Ia akan menghukum para penyesat. Tetapi kita sendiri pun bertanggung jawab menjaga diri agar tidak disesatkan. Dan juga bersedia dengan semangat rela berkorban untuk mencari mereka yang sesat, baik karena ajaran sesat maupun pengaruh dunia. Lalu memimpin mereka datang kembali kepada Kristus karena Bapa tidak menghendaki seorang pun binasa.

Taatlah pada Sang Raja. Kita harus siap diutus untuk mencari yang hilang, merebut kembali mereka yang disesatkan dunia, dan saling menjaga agar tidak ditipu oleh dunia ini.

Bersedia?