Selasa, 13 November 2012

Doa Yang Tidak Terjawab


Matius 26 : 36 - 46

(36) Maka sampailah Yesus bersama-sama murid-murid-Nya ke suatu tempat yang bernama Getsemani. Lalu Ia berkata kepada murid-murid-Nya: "Duduklah di sini, sementara Aku pergi ke sana untuk berdoa."(37) Dan Ia membawa Petrus dan kedua anak Zebedeus serta-Nya. Maka mulailah Ia merasa sedih dan gentar,(38) lalu kata-Nya kepada mereka: "Hati-Ku sangat sedih, seperti mau mati rasanya. Tinggallah di sini dan berjaga-jagalah dengan Aku."(39) Maka Ia maju sedikit, lalu sujud dan berdoa, kata-Nya: "Ya Bapa-Ku, jikalau sekiranya mungkin, biarlah cawan ini lalu dari pada-Ku, tetapi janganlah seperti yang Kukehendaki, melainkan seperti yang Engkau kehendaki."(40) Setelah itu Ia kembali kepada murid-murid-Nya itu dan mendapati mereka sedang tidur. Dan Ia berkata kepada Petrus: "Tidakkah kamu sanggup berjaga-jaga satu jam dengan Aku?(41) Berjaga-jagalah dan berdoalah, supaya kamu jangan jatuh ke dalam pencobaan: roh memang penurut, tetapi daging lemah."(42) Lalu Ia pergi untuk kedua kalinya dan berdoa, kata-Nya: "Ya Bapa-Ku jikalau cawan ini tidak mungkin lalu, kecuali apabila Aku meminumnya, jadilah kehendak-Mu!"(43) Dan ketika Ia kembali pula, Ia mendapati mereka sedang tidur, sebab mata mereka sudah berat.(44) Ia membiarkan mereka di situ lalu pergi dan berdoa untuk ketiga kalinya dan mengucapkan doa yang itu juga.(45) Sesudah itu Ia datang kepada murid-murid-Nya dan berkata kepada mereka: "Tidurlah sekarang dan istirahatlah. Lihat, saatnya sudah tiba, bahwa Anak Manusia diserahkan ke tangan orang-orang berdosa.(46) Bangunlah, marilah kita pergi. Dia yang menyerahkan Aku sudah dekat."

Santapan rohani hari ini :

Pernahkah saudara merasa kecewa, marah, atau putus asa karena doa- doa saudara tidak dijawab oleh Tuhan ? Kita berdoa untuk  kesembuhan anggota keluarga yang sakit, tetapi ternyata  ajal menjemput keluarga yang kita kasihi. Atau kita berdoa untuk kesejahteraan keluarga, namun yang terjadi  orang tua kehilangan pekerjaan atau  usahanya bangkrut.  Apakah penolakanNya membuat  saudara mempertanyakan kehendakNya ? Atau saudara mengeluh, dan mengatakan Allah telah melupakan janjiNya untuk menjawab doa?

Di  Taman Getsemani, Yesus pernah berdoa menyampaikan hal yang sama secara berulang. Suasananya jelas, bahwa malam itu adalah saat yang tegang yang dirasakan Yesus . Sebagai Anak Manusia,  Ia merasa gentar. Namun satu hal yang tak berubah adalah tekad-Nya tak surut untuk menaati kehendak Bapa.
Dengan membawa ketiga murid yang terdekat dengan-Nya, Ia berharap mereka mendampingi-Nya, memberi dukungan doa dan moral. Tetapi faktanya mereka tertidur. Daging memang lemah. Mereka bukan hanya gagal mendukung Yesus, tetapi mengantisipasi penangkapan-Nya dari tentara Romawi.

Di saat kita dalam posisi terjepit, begitu darurat, atau kita anggap mendesak, seringkali kita memaksa Tuhan  bersegera menjawab doa- doa kita. Berdoa bukanlah mengubah kehendak Allah. Berdoa adalah supaya kita mengetahui kehendak Allah. Siapkah kita jika doa kita dijawab tidak oleh Tuhan? Atau doa kita sama tak terjawab ?

Doa bukanlah cara membuat Allah melakukan apa pun yang kita inginkan. Doa merupakan suatu ungkapan kepercayaan kita akan kuasa, hikmat dan anugerahNya.
Mari kita belajar mengatakan,” Tetapi jangan seperti yang kukehendaki, melainkan kehendakMu-lah “. Amin.