Minggu, 21 Oktober 2012

Dia Tahu Siapa Aku

Mazmur 139 : 13 – 18
(13) Sebab Engkaulah yang membentuk buah pinggangku, menenun aku dalam kandungan ibuku.(14) Aku bersyukur kepada-Mu oleh karena kejadianku dahsyat dan ajaib; ajaib apa yang Kaubuat, dan jiwaku benar-benar menyadarinya.(15) Tulang-tulangku tidak terlindung bagi-Mu, ketika aku dijadikan di tempat yang tersembunyi, dan aku direkam di bagian-bagian bumi yang paling bawah;(16) mata-Mu melihat selagi aku bakal anak, dan dalam kitab-Mu semuanya tertulis hari-hari yang akan dibentuk, sebelum ada satupun dari padanya.(17) Dan bagiku, betapa sulitnya pikiran-Mu, ya Allah! Betapa besar jumlahnya!(18) Jika aku mau menghitungnya, itu lebih banyak dari pada pasir. Apabila aku berhenti, masih saja aku bersama-sama Engkau.

Santapan Rohani Hari ini : 
Buat  saudara  yang sudah menjalani hidup lebih dari usia 10 tahun, pernahkan mengira- ngira  apa yang terjadi dengan rupa, kesehatan, pikiran, atau keadaan pada hari esok, bulan atau tahun depan, lima tahun lagi dst? Jika kita sedang berefleksi seperti itu, sadarkah saudara banyak hal yang sesungguhnya tidak saudara ketahui. Jangankan kedalaman tentang diri kita, hal-hal yang tampak di luar pun, kita banyak tidak tahu.
Saya dan saudara adalah makhluk yang dimaksudkan untuk kekekalan, tetapi harus dimulai dari keterbatasan waktu Kita akan menua. Dan waktu kita di dunia semakin terbatas.
Kesadaran akan keterbatasan diri membuat kita tidah hanya mengagumi kemahatahuan Allah, juga bergantung  sepenuhnya kepada Dia.

Saat menyadari semua implikasi kemahatahuan Allah tentang dseluruh diri ini, apakah respon saudara? Takut-kah kita karena kita telanjang di hadapaNya? Atau takjub  dan lega bahwa Ia yang membentuk seluruh aspek jesmani dan rohani sejak kita dalam kandungan hingga saat ini? 

Dalam Mazmur ini Daud mengungkapkan keseluruhan keberadaan dirinya dirancang oleh Allah, sehingga layak untuk disyukuri.  Ia tahu gerak langkah yang kita lakukan dari waktu ke waktu, dalam berbagai keadaan, dalam berbagai musim kehidupan. Ijinkan kasih dan kuasa Allah berkarya dalam seluruh aspek kehidupan kita. Amin.