Senin, 08 Oktober 2012

Berhala di Tengah Keluarga Kristen

Ulangan 6 : 1- 9

1) Inilah perintah, yakni ketetapan dan peraturan, yang aku ajarkan kepadamu atas perintah TUHAN, Allahmu, untuk dilakukan di negeri, ke mana kamu pergi untuk mendudukinya,(2) supaya seumur hidupmu engkau dan anak cucumu takut akan TUHAN, Allahmu, dan berpegang pada segala ketetapan dan perintah-Nya yang kusampaikan kepadamu, dan supaya lanjut umurmu.(3) Maka dengarlah, hai orang Israel! Lakukanlah itu dengan setia, supaya baik keadaanmu, dan supaya kamu menjadi sangat banyak, seperti yang dijanjikan TUHAN, Allah nenek moyangmu, kepadamu di suatu negeri yang berlimpah-limpah susu dan madunya.4) Dengarlah, hai orang Israel: TUHAN itu Allah kita, TUHAN itu esa!(5) Kasihilah TUHAN, Allahmu, dengan segenap hatimu dan dengan segenap jiwamu dan dengan segenap kekuatanmu.6) Apa yang kuperintahkan kepadamu pada hari ini haruslah engkau perhatikan,(7) haruslah engkau mengajarkannya berulang-ulang kepada anak-anakmu dan membicarakannya apabila engkau duduk di rumahmu, apabila engkau sedang dalam perjalanan, apabila engkau berbaring dan apabila engkau bangun.(8) Haruslah juga engkau mengikatkannya sebagai tanda pada tanganmu dan haruslah itu menjadi lambang di dahimu,(9) dan haruslah engkau menuliskannya pada tiang pintu rumahmu dan pada pintu gerbangmu.

Santapan rohani hari ini :

Berhala secara harafiah dan sederhana dapat diartikan sebagai sesuatu yang disembah melebihi Tuhan atau membuat kita melupakan Tuhan. Betapa banyak keluarga Kristen yang secara tidak sadar jatuh dalam dosa penyembahan berhala modern yang menyebabkan kehancuran keluarga. Rupa-rupanya bisa bermacam-macam, seperti:
  •  kehidupan yang mengejar material (materialistik ) yang erat hubungannya dengan konsumerismedan hedonisme ( kesenangan pribadi semata ). Banyak orang tua membangun cinta akan uang dan melupakan komunikasi kasih yang Yesus ajarkan dalam keluarga
  • kesibukan yang tidak berakhir sepanjang hari atau kerja tiada hentinya. Semua terburu- buru dan cenderung menyukai hal yang instan
  • Penggunaan media TV yang berlomba memikat orang dalam berbagai bentu acara yang menyebabkan orang terpaku duduk berlama- lama di depan TV, atau menonton VCD/DVD sehingga kehilangan komunikasi dengan anggota keluarga yang lain. Atau penyajian lain yang isinya kekerasan (tawuran warga atau pelajar atau mahasiswa ), KDRT, kekerasan seksual, kehudupan glamour para kalangan selebriti sampai kehidupan mewah para pejabat dari hasil korupsi.
  • Perangkat teknologi yanng semakin canggih yang sudah menjadi konsumsi publik antara generasi yang begitu pesat, gadget, Ipad, Laptop super tipis dan dinamis. Paradoks teknologi, mendekatkan yang jauh, namun juga telah menjauhkan yang dekat. Banyak oprang menghabiskan waktu berjam-jam untuk chatting, dengan berbagai jejaring sosila seperti facebook, twitter atau blackberry. Internet sering menjadi ajang untuk mebuka pengetahuan secara tidak sehat mengenai hal-hal yang berbau pornografi, video game kekerasan, praktek-praktek perdukunan, judi online, hipnotis, ajaran-ajaran radikah yang menyesatkan, sampai memesan narkoba dari luar negeri. 
Kitab  Ulangan 6 : 1 -9 menetapkan hal yang perlu dilakukan oleh keluarga Kristen semodern apapun, Firman Tuhan  perlu diajarkan berulang-ulang, bahkan diberlakukan seumur hidup.Dalam segala situasi, anak-anak dalam keluarga Kristen harus tetap mendapat contoh dan teladan yang baik di dalam hidup yang penuh kesetiaan dan ketaatan pada Allah melalui orang tua mereka. Singkirkan semua berhala dari hidup kita sebagai Kristen sejati, sehingga sungguh, hanya Allah Yang Maha Kasih ada dan menguasai hidup kita.Terpujialah Tuhan.