Minggu, 26 Oktober 2014

Pilih Sekarang !

Yosua 24 : 1 - 15
Santapan rohani hari ini :

Hidup itu pilihan dan setiap apa yang terjadi dalam kehidupan kita adalah pilihan juga. Apa pun yang membuatmu sedih, tinggalkan dan apa pun yang membuatmu tersenyum, pertahankan !

Ketika Yosua hampir mendekati ajalnya, ia mengumpulkan semua suku bangsa Israel di Sikhem. Josua berseru kepada umat Tuhan untuk memilih kepada siapa mereka aka beribadah.  Tantangan yang diucapkan oleh Yosua  sesungguhnya berkaitan dengan keselamatan umat Tuhan, yaitu :

Pertama, kita harus membuat pilihan antara ikut Tuhan dan setan. Apabila kita menolak Kristus , itu berarti kita pro ke setan dan para pengikutnya. Yesus pernah mengatakan dalam Matius 12 : 30,” Siapa tidak bersama Aku, ia melawan Aku.”

Kedua, setiap pilihan adalah hasil keputusan pribadi. Melalui iman kepada Yesus Kristus, kita dilahirkan kembali menjadi anak- anak Allah. Yosua mengatakan ,”Pilihlah..kepada siapa kamu akan beribadah.” Tidak ada paksaan, tetapi mereka harus tahu konsekuensi pilihannya.

Ketiga, Yosua juga mendesak umat Tuhan untuk membuat pilihan itu sesegera mungkin ( kata hari ini adalah desakan untuk segera memilih ). Jangan sampai terlambat, karena kita tidak pernah tahu ujung usia kita.

Saudaraku, apakah sudah membuat pilihan yang terbaik dalam hidupmu? Jika belum, lakukan sekarang juga ! Ambillah keputusan penting untuk ikut jalan Tuhan, pilih beribadah kepada Allah yang sejati. Haleluya !











































Sabtu, 25 Oktober 2014

Waspadai Dosa Menghakimi

Matius 7 : 1 - 5

Santapan rohani hari ini :

Banyak orang zaman sekarang yang mengatakan  bahwa orang tua tidak perlu ikut campur dengan urusan analk- anak muda atau siapa pun juga. Saya adalah saya, kamu adalah kamu, sehingga orang lain sekali pun orang tua atau guru tidak perlu ikut dalam keputusa yang kita buat.

Namun kitab Galilia mengingatkan tanggung jawab orang Kristen untuk dengan rendah hati menegur sesama orang percaya ketika melihatnya berbuat dosa. Melakukannya itu denga kasih, bukan dengan roh kemarahan atau nafsu untuk menghakimi.

Alkitab mengajarkan bahwa Yesus sangat menentang dosa. Salah satunyanya adalah dosa menghakimi atau menyimpan kesalahan orang lain. Bukankah kita seirng menghitung- hitung keslahan orang lain terhadap diri kita, baik mereka lakukan secara sengaja atau tidak sengaja?

Yang Alkitab mau adalah kita menerapkan prinsip praduga tidak bersalah dan mengenali keterbatasan diri sendiri. Jangan pernah merasa bahwa kita imun dari dosa dan memiliki superioritas rohani. Siapa pun kita, bisa jatuh dalam dosa.

Saudaraku, ketika kita menegur orang lain baik secara langsung maupun dengan sindiran , berhati-hatilah jangan sampai menghakiminya. Menegur orang lain merupakan tanggung jawab yang serius  dan menghakimi diri sendiri sebelum menghakimi orang lain. Amin.