Sabtu, 20 September 2014

Kunjungan Ke Pulau Alor 2

Kisah Para Rasul 10 : 34 - 43

Santapan rohani hari ini :

Hari kedua kami di Pulau Alor, kami mengadakan Latihan Dasar Kepemimpinan Siswa. Melalui tema tentang Kekudusan Hidup dan Pemuda Pembawa Perubahan, kami berharap bisa mensharingkan firman Tuhan yang mampu memotivasi anak- anak muda Alor untuk menjadi agen perubahan di lingkungan mereka.

Saya bersyukur, bahwa di tengah banyaknya anak-anak muda Alor yang jatuh dalam dosa miras dan perzinahan, masih ada sekelompok anak muda yang mau peduli dengan kegiatan rohani, walaupun hal itu dilakukan karena mereka tidak mempunyai kegiatan lain di luar sekolah ( para pemuda Alor mengeluh karena tidak ada hiburan di daerah mereka seperti bioskop, mal dsb) . Saya percaya,  kelak mereka akan menjadi murid Tuhan yang militan, yang bisa mengubah banyak hal . Dan yang paling penting setiap hal yang kami bagikan mampu membuat mereka bertumbuh dan menghasilkan buah- buah kehidupan dari iman percaya kepada Kristus.

Simon Petrus adalah sosok murid Yesus yang mengalami metamorphosis. Sekali  pun semasa Yesus hidup ia sering bersamaan denganNya, namun tidak otomatis dia tahu isi hati Tuhan. Simon Petrus mengalami jatuh bangun, sama seperti kita juga.  Pada akhirnya ia menyadari mengakui  dan mengenal siapa Allah yang sesungguhnya.

Saudaraku, setiap orang mempunyai prosesnya masing-masing di tangan Tuhan. Kita bisa berkata orang ini dan itu, tetapi seiring pengenalan kita akan Allah, maka kita dimampukan untuk mengerti bahwa pertumbuhan iman seseorang adalah semata pekerjaan dari Roh Kudus. Yang perlu kita lakukan adalah memediasi dan memfasilitasi, agar nama Tuhan dikenal. Oleh karena itu, belajarlah untuk saling menerima.

Kiranya pengakuan Petrus akan Allah boleh menjadi pengakuan kita bersama,”Sesungguhnya   aku telah mengerti bahwa Allah tidak membedakan orang”.  Dengan demikian, kita akan selalu mempunyai passion, supaya orang lain siapa pun dia wajib kita layani. Teruslah giat melayani Tuhan dengan mengasihi yang Dia kasihi. Haleluya !                                                 


Jumat, 19 September 2014

Kunjungan Ke Pulau Alor 1

Kejadian 2 : 8 - 25

Santapan rohani hari ini :

Pada 11 – 14 September yang lalu, saya berkesempatan berkunjung ke Pulau Alor yang terletak di Nusa Tenggara Timur. Bersama dua teman sekantor dan teman gereja, kami mengadakan pelayanan pendidikan untuk siswa – siswi sekabupaten Alor dan juga berbagi pengetahuan tentang pembelajaran dan pengajaran di tingkat PAUD, SMP dan SMA.

Secara pribadi saya sangat mengagumi pulau yang terpencil ini, karena sangat unik di antara pulau- pulau kecil yang ada di Indonesia. Sungguh Indonesia Negara yang luar biasa, keunikan dan keragamaan suku bangsa, bahasa dan budaya ada. Demikian juga kekayaan sumber daya alam yang sangat unik, misalnya pulau Alor ini terkenal sebagai penghasil buah kenari.

Saya sangat mengagumi semua ciptaan Tuhan yang saya lihat di pulau Alor ini. Dengan mengingat firman Tuhan dalam Kejadian 1 dan bagaimana Tuhan menciptakan segala sesuatu dari yang tidak  ada menjadi ada. Semua keragaman ini perlu kita syukuri dan perlu dirawat sebaik- baiknya.

Saudaraku. Tuhan pernah menempatkan Adam di Taman Eden dengan satu tugas untuk mengusahakan dan memelihara taman itu, Tuhan sudah memberikan Pulau Alor sebagai salah satu kekayaan di negeri Indonesia tercinta. Mari kita menunjukkan bukti cinta cinta kepada Tuhan dan negeri ini dengan memeliharanya dengan baik.

Bersyukurlah !