Sabtu, 01 November 2014

Setiap Hari Bersama Tuhan



II Korintus 6 :  1 - 10

Santapan rohani hari ini :

Bagaimana saudara mengisi kehidupan sehari – hari ? Apa yang sering kita lakukan merupakan cermin dari apa hati dan pemikiran kita. Jika anda adalah seorang ibu rumah tangga, maka melayani keluarga seperti memasak dan mempersiapkan anak- anak untuk ke sekolah adalah pelayanan domestik, sementara sang ayah akan mempesiapkan yang lain. Semua merupakan kejadia- kejadian rutin.

Seorang pakar sosiologi pernah mengatakan bahwa kegiatan rutin manusia mengisi hampir 60 persen dari seluruh aktifitas yang ada. Masalahnya apakah rutinitas itu merupakan kegiatan bermakna atau hanya sekedar seperti orang yang hanya ingin “killing the time “.

Rasul Paulus pernah menuliskan, bahwa “dalam segala hal diri dan rekan sejawatnya adalah pelayan Allah. Segala hal bisa diartikan suka- duka dalam hidup, keadaan sehat atau sakit, miskin atau kaya dst. Semua keadaan itu membutuhkan jerih payah, mawas diri, dan kemurnian hati di dalam mengerjakannya. 

Saudaraku, masihkah kita bersemangat mengerjakan apa yang terbaik buat Tuhan, sesama dan diri kita sendiri? Mempunyai visi dan misi dalam hidup kan menghidupkan rutinitas yang kita lampaui . Apa yang penting bagi Allah dan manusia akan tetap dapat kita lakukan secara terus- menerus , sekali pun hasilnya untuk sementara ini tidak kelihatan. 

Jalani setiap hari bersama Tuhan dengan sungguh- sungguh, buatlah yang terbaik dalam hidup ini , sehingga setiap hari menjadi berharga dimataNya. Haleluya !



























Jumat, 31 Oktober 2014

Contoh Kepemimpinan Daud

II Samuel 5 : 1 - 16


Santapan rohani hari ini :

Indonesia sudah memilih untuk menjadi Jokowi sebagai orang nomor satu di Indonesia. Presiden yang lahir dari rakyat biasa ini mampu mempesona sebagian besar rakyat Indonesia karena sifat jujur dan kesederhanaannya.  Namun dengan apakah seorang pemimpin diuji kelayakkannya.

Pertama, adanya pengakuan dari rakyat yang dia pimpin. Apakah orang tersebut berwibawa dimata rakyatnya ? Daud mendapat pengakuan itu pada saat Raja Saul berkuasa.Namun wibawa itu bukan karena diri Daud sendiri, melainkan campur tangan Allah dalam proses pemilihannya. Pilihan Tuhan  selalu pada hati yang mau menggembala orang lain, seperti yang dilakukan oleh Daud. Jadi bukan semata ia seorang politikus.

Kedua, memiliki perencanaan matang dalam setiap tindakan. Setelah diurapi menjadi raja oleh tua- tua Israel, kemampuan Daud diuji dengan merebut kota Yerusalem. Meskipun diremehkan oleh orang – orang Yebus, namun ternyata Daud mampu menakhlukan kubu pertahanan Yerusalem, yaitu Sion dan menjadikannya sebagai tempat kediamannya. Ia pun juga memperkuat wilayah sekelilingnya dan menamainya kubu pertahannya dengan The Town of David”.

Ketiga, adanya pengakuan dari negara lain. Raja Tirus yang bernama Hiram sangat menghormati Raja Daud yang ditunjukkan dengan cara mengirimkan bantuan kepada Daud untuk mendirikan istana baik bahan-bahan material maupun para pekerjanya. Daud mendapat pengakuan karena tindakannya nyata , tetapi satu hal yang perlu dicatat adalah karena ia adalah seorang pemimpin yang ditetaplan oleh Allah sendiri. Penyertaan Allah sangat nyata dalam dirinya.

Saudaraku, apakah anda adalah seorang pemimpin? Mintalah kepada Tuhan untuk menyatakan karya dan penyertaanNya melalui saudara. Ijinkan Dia bekerja, dimanapun,  kapanpun  dan apapun posisi kepemimpinan anda !

Haleluya !