Minggu, 29 Maret 2015

MAZMUR 15



MAZMUR 15


Santapan rohani hari ini :

Mazmur ini biasa dipakai menjadi alat persiapan hati kita untuk menghampiri takhta Allah yang kudus. Beberapa penafsir melihat sebagai liturgy pengantar masuk ibadah rumah Tuhan. Setiap orang yang datang beribadah , perlu bertanya, siapakah yang layak menghampiri Tuhan ? Kata “menumpang “ biasa dipakai untuk mencari perlindungan di tempat yang aman ketika mengahdapai badai di perjalanan padang gurun, atau dari incaran penyamun.

Siapa sajakah yang layak mendapat perlindungan atau berkat dari Tuhan ? Jawaban yang diberikan oleh para imam yang bertugas berselang-seling antara pernyataan postif dan negatif. Secara positif, adalah mereka yang melakukan sesuatu secara tulus dan kata- kata yang yang membangun dan menghidnari diri dari kata- kata fitnah, kotor, menghakimi , dusta dst ( verbal abuse ) yang merusak. Mereka  tidak boleh bergaul dengan orang yang menolak firmanNya. Orang yang menjaga pergaulannya sendiri walaupun konsekuensinya dia akan dirugikan.

Menjaga hati ( motivasi ) agar tidak mencari keuntungan pribadi yang bisa membuahkan sikap memanipulasi orang lain demi kepentingan diri sendiri.  Oleh karena itu di permulaan ibadah biasanya ada liturgy pengakuan dosa. Ini bukan sekadar rutinitas “kesalehan “ , tetapi sebuah pengakuan bahwa betapa lemah dan rentannya kita sebagai manusia terhadap dosa.

Saudaraku, betapa kita berusaha untuk berdiri tegak di dalam iman, pasti ada saatnya kita jatuh. Kita masih hidup dalam kedagingan. Kita masih sering melanggar hukum Tuhan dan berbuat dosa. Pada Minggu terakhir Pra Paskah ini, kita diingatkan bahwa Yesus telah memerdekakan kita dari perbudakan dosa. Kita harus bisa lepas darinya. Dan ketika kita mampu melakukannya, itu adalah buah dari kesejatian iman Kristen kita.

Haleluya !


Sabtu, 28 Maret 2015

Bertobat- Beritakanlah Injil ?



Lukas 13 : 22 - 35


Santapan rohani hari ini :

Kapan Tuhan datang untuk kedua kalinya dan siapa saja yang pantas masuk ke dalam KerajaanNya ? Sesungguhnya ini adalah pertanyaan yang sia – sia dan tidak berguna.Seharusnya kita lebih mempertanyakan apa yang harus dilakukan agar selamat .

Pada masa Tuhan Yesus di tengah bangsa Yahudi dan sebagai bangsa Yahudi, mereka mengira bahwa semua orang Yahudi  ( kecuali para pendosa ) pasti akan masuk ke dalam Kerajaan Allah. Di luar itu (bukan bangsa Yahudi ) pasti tidak akan selamat.

Pertanyaan “…sedikit sajakah akan diselamatkan?” dijawab Tuhan Yesus bahwa pemahaman keselamatan harus direspon dengan pertobatan. Masuk melalui pintu yang sempit sesungguhnya menandakan perlunya rendah hati dan bertobat. Sedang pintu yang tertutup menandakan kesempatan bertobat sudah sangat singkat. Bertobat berarti memiliki relasi sejati  dengan Allah, bukan sekadar pernah menghabiskan waktu makan dan minum di hadapan Tuhan atau pun mendengar pengajaranNya.

Tuhan Yesus juga mengajarkan bahwa tidak otomatis bangsa Yahudi masuk ke dalam Kerajaan Allah , justru banyak bangsa- bangsa non Yahudi yang justru akan masuk ke dalamnya. Yesus meratapi bangsanya sendiri yang menolakNya sebagai utusan Allah, sama seperti nenek moyang mereka  dulu membunuh nabi – nabi Allah.

Apakah Allah berehenti mengasihi mereka ? Tidak! Allah tetap mengasihi mereka dengan tetap memilih jalan salib dan mati untuk menebus dosa- dosa mereka.  Orang – orang Yahudi haruslah bertobat, sama seperti bangsa – bangsa lain yang percaya kepada Yesus Kristus dan menerima Dia sevabai Tuhan dan Juru Selamat pribadi.

Saudaraku, hal utama yang perlu kita yakini adalah apakah kita sudah sungguh- sungguh bertobat ? Apakah kita mau melewati pintu yang sempit itu ? Jangan tunda- tunda , karena sewaktu- waktu pintu itu akan ditutup. Ingat, waktunya sangat singkat. Dan ketika kita sudah menerima keselamatan kekal itu, beritakanlah, ceritakanlah , kumandangkanlah INJIL, sehingga banyak orang yang berkesempatan memasuki pintu yang sempit itu.

Bersegeralah !