Rabu, 23 April 2014

Salibku Dari Tuhan Dan Aku Bagi Dunia

Galatia 6 : 11 - 18

Santapan rohani hari ini :
Seluruh umat Tuhan di dunia  percaya bahwa penyaliban Yesus adalah pusat sejarah. Oleh peristiwa itu, setiap orang yang menerima karya Allah di dalam Yesus Kristus mendapat keselamatan yang melalui kematian dan kebangkitanNya.

Hal ini tentu yang menjadi tantangan Paulus yang berhadapan dengan orang- orang yang masih menganggap cara hidup berdasarkan hukum Taurat dapat menyelamatkan. Tidak heran, ajaran Paulus tentang keselamatan yang hanya merupakan anugerah Allah semata membangkitkan kemarahan para pemimpin agama.

Orang Israel memang sangat menyukai ritual dan hukum moral, namun Paulus berani menantangnya dengan memberitakan salb Kristus sebagai hal yang utama. Sekali pun oleh pemberitaan tentang hal ini ia menghadapi banyak tantangan dan bahaya, ia memilih tidak bermain aman dengan hanya memberitakan Injil yang hanya menyenangkan telinga saja. Ia siap dihukum dan menaruh hidupnya sendiri di garis depan untuk memberitakan arti salib Tuhan Yesus Kristus bagi mereka yang percaya.

Saudaraku, Allah telah menunjukkan kasihnya dengan mati bagi kita. Mari kita tunjukkan kasih kita kepadaNya dengan hidup bagi Dia !


Selasa, 22 April 2014

Ibu Yang Luar Biasa !

Yohanes 20 : 11 - 17

Santapan rohani hari ini :
Maryam Hossenzadeh adalah ibu yang luar biasa.  Ia mampu mengampuni Balal yang membunuh Abdollah puteranya dengan cara ditusuk. Sebagaimana hukum di Iran, maka nyaa adalah ganti nyawa. Namun disaat menit- menit terakhir sang ibu menaiki sebuah kursi di dekat tiang gantung dimana kepala Balal sudah disangkutkan seutas tali.

“Diampuni “ adalah kata yang keluar dari Maryam sehabis menampar pipi kiri Balal. Dia dan suaminya sendiri yang melepaskan tali yang melilit di leher Balal. Secara spontan Bilal menangis dan bersimpuh di kaki Ibu Maryam tersebut, diikuti kaum keluarga yang sangat berterima kasih atas hati mulia seorang ibu yang telah kehilangan anaknya.

Ketika Maria , ibu Yesus menangis di dekat kubur Yesus, tentu kita memahami perasaan seorang ibu yang kehilangan puteranya. Maria dan Maryam adalah kaum ibu yang sangat mencintai anak- anak mereka, wajar kematian membuat hati mereka begitu merana. Walau pun penyebab kematian itu berbeda, tapi kita melihat sisi yang mengharukan dari kehidupan seorang ibu.

Maria, sesungguhnya banyak menyimpan perkara- perkara tentang kehidupan Yesus, saat mengandung karena karya Roh Kudus, ketika membawa Yesus ke Yerusalem dan di tengah perjalanan pulang ia dan suaminya kehilangan Yesus, ternyata di dapati sedang diskusi tentang kitab suci dengan para ahli Taurat dan Farisi; kala melakukan muzijat dalam acara pernikahan di Kana dan seterusnya. Tentu yang paling membuatnya sakit dan bersedih adalah kala Yesus mulai dihakimi oleh banyak orang, disiksa sampai mati tersalib.

Saudaraku, betapa pedihnya hati Maria. Kunjungannya ke makam Yesus sambil menangis  menunjukkan betapa hancurnya hati seorang ibu yang kehilangan puteranya,m apalagi dengan cara yang tragis dan mengenaskan,

Namun saya yakin, Maria dapat mengampuni orang- orang yang telah melakukan kejahatan terhadap Yesus.  Dugaannya bahwa mayat Yesus telah diambil orang dijawab oleh Yesus dengan menyapanya, sehingga Maria menyadari bahwa Sang Rabuni/Guru sudah bangkit. Imannya meyakini hal itu sehingga ia mampu pulang dengan bersukacita.

Puji Tuhan !