Sabtu, 31 Januari 2015

Duta Injil



Markus 10 : 1 - 15
                                                       
                                                                                              
Santapan rohani hari ini :

Tidak ada satu pun standar yang dipakai oleh Yesus ketika Ia memanggil para muridNya, semua dilakukan hanya karena kehendakNya semata. Bukan berdasarkan gelar, prestise, jabatan, profesi atau status tertentu. Ketika Ia memanggil murid- murid yang pertama, mereka adalah orang yang dalam pekerjaannya. Ada juragan ikan, bendahara, dokter , pekerja bea cukai dsb.  Semua melepas kemapanan itu ketika Yesus mengatakan “ikutlah Aku”.  Mereka lalu menjadi duta Injil untuk menyampaikan kabar keselamatan.

Hal kedua adalah pembekalan dari Yesus kepada mereka yang dipanggilNya. Yesus memberikan otoritas untuk mengusir setan dan melenyapkan  segala penyakit. Ia juga menentukan cara pelayanan mereka, yaitu pelayanan bersama orang lain, bekerja bersama- sama, dan bersama- sama bekerja, Mereka tidak boleh sembarangan pergi ke mana mereka mau. Sasaran yang dituju sudah ditentukan oleh Sang Pengutus.

Hal ketiga adalah perintah kerja dirincinya secara detail yaitu menyatakan kerajaan surga dunia yang nyata, ke segala tempat bukan dalam rangka wisata, tetapi menggenapi tuntutan tugas mulia dari Yesus yaitu menyampaikan Injik Kerajaan Sorga. Yesus menjadi model kerja mereka.

Semua perintah yang Yesus berikan kepada mereka yang dipanggilNya disertai larangan , yaitu agar mereka tidak merepotkan diri dengan perbekalan. Yesus menjamin memelihara mereka , bahkan termasuk masalah kebutuhan ekonomi.

Saudaraku, tentu harapan kita semua duta Injil  diterima oleh semua orang. Namun kenyataannya penolakan Injil tetap akan mereka terima. Yesus sudah mengingatklan, jika para duta Injil itu ditolak, maka penghakiman yang lebih berat dari penghukuman Sodom dan Gomora.

Kita perlu memahami bahwa menjadi duta Injil bukanlah suatu pilihan juga bukan berdasarkan kerelaan menjadi relawan. Ini adalah tugas mulia dari Sang Raja, dan hanya orang- orang yang dipanggilNya akan mengalmi kuasa  daripadaNya. Amin

Jumat, 30 Januari 2015

MAZMUR 92 - 2015



MAZMUR 92

                                                                                                                                                     
Santapan rohani hari ini :

 Jika melalui Mazmur 91 kita diajarkan untuk mengandalkan Tuhan dalam setiap masalah kehidupan, maka dalam Mazmur 92 ini kita diajarkan untuk merespon  dengan ungkapan syukur. Bersyukur adalah ungkapa atau respon yang tepat  atas kebaikan dan kasih setia Tuhan  dalam hidup umatNya.

Orang yang tidak percaya Tuhan sesunggunya merupakan kebodohan, terutama mereka yang sudah mengalami kebaikan dan kesetiaanNya. Bahkan Alkitab menyebutnya sebagai orang fasik yann pantas dimusnahkan. Sedang mereka yang merespon denga penuh syukur akan diperkenanNya dan tidak akan terusik oleh fasik.

Pohon korma adalah ilustrasi yang dilukiskan pemazmur untuk menggambarkan pemeliharan Tuhan atas orang benar. Buat saudara yang pernah melakukan perjalanan ke Timur Tengah tahu bahwa pohon korma yang tumbuh tinggi dan lurus 10 -20 m. Pohon ini menggambarkan integritas. Hampir setiap bagiannya ( buah , daun dan batang ) memiliki manfaat bagi manusia. Artinya menggambarkan anak Tuhan yang beguna dan produktif. Ia  bertahan terhadap tiupan angin kencang, sebuah simbol ketangguhan terhadap serangan badai kehidupan.

Pohon aras libanon adalah pohonyang besar dan kuat ( sekitar 30 m) sesungguhnya melambangkan ketangguhan umat Tuhan.

Keduanya adalah pohon yang subur dan menunjukkan kualitasnya karena tumbuh di pelataran rumah Tuhan. Umat Tuhan yang hidup berbuah segar akan menjadi kesaksian dan menyatakan bahwa Tuhan adlah dapat diandalkan dan menjadi tempat perlindungan yang teguh.

Saudaraku, sudahkan kita mengalami kebaikan- kebaikan Tuhan? Apakah saudara sudah bersyukur atau setelah menerima lalu melupakanNya ? Merespon kebaikan Tuhan dengan besyukur adalah jalan orang benar, ia akan menjadi orang yang kaya akan kebaikan seperti Tuhan dan mau menyalurkan berkat- berkatNya kepada sesama.

Percayalah !